
Bandar Lampung, 4 Oktober 2025 — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lampung mengadakan debat kandidat calon Ketua Umum periode 2025 – 2027 dengan tema “Membangun Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Partisipatif.” Acara ini akan berlangsung di Aula Nuwono Tasya, Bandar Lampung.
Debat kandidat ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada para calon Ketua Umum KAMMI Lampung untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja mereka dalam upaya memperkuat tata kelola organisasi yang lebih terbuka, bertanggung jawab, dan melibatkan partisipasi aktif anggota.
Ketua Panitia Pelaksana, Arif Sobar menyatakan bahwa debat ini menjadi momen penting bagi seluruh kader KAMMI Lampung untuk mengenal lebih dalam para calon pemimpin mereka dan sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi internal organisasi.
“Kami berharap lewat debat ini, para calon dapat menunjukkan komitmen nyata mereka dalam membangun KAMMI Lampung yang lebih baik dan menjadi wadah aspirasi mahasiswa yang kredibel dan berintegritas,” ujarnya.
Habib selaku Ketua Umum KAMMI Lampung, sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai demokrasi kader, musyawarah, serta partisipasi aktif anggota, KAMMI Lampung menegaskan
“pentingnya menghadirkan ruang dialog terbuka melalui forum Debat Kandidat Bakal Calon Ketua Umum. Forum ini bertujuan bukan semata menguji retorika, melainkan untuk mengukur kualitas kepemimpinan, ketajaman.”
Debat kandidat ini juga turut menghadirkan panelis dari kalangan Pembina, Profesional, Pengusaha dan Akademisi.
Sebagai bagian integral dari Muswil IV, Debat Kandidat Bakal Calon Ketua Umum PW KAMMI Lampung dihadirkan untuk menjadi ruang dialektika yang sehat, objektif, dan kompetitif.
Debat ini tidak hanya menguji kelayakan personal bacalon, tetapi juga menegaskan prinsip-prinsip organisasi yang modern, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi kader.
Dengan demikian, debat kandidat dalam rangkaian Muswil IV bukan sekadar prosedur teknis, tetapi merupakan sarana pendidikan politik kader, arena penyemaian budaya demokrasi internal, serta upaya melahirkan kepemimpinan wilayah yang visioner, berintegritas, dan mampu merangkul seluruh elemen kader.






