Ratusan Kader PDIP Blitar Minta Kepolisian Usut Tuntas Aksi Pembakaran Bendera Partai

711 views

Blitar-Sidak Post
Video pembakaran bendera PDIP saat demonstrasi beberapa Ormas yang menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di DPR RI Rabu lalu viral di media sosial. Pembakaran bendera PDIP itu kemudian menuai reaksi keras dari kader-kader partai dan berujung pelaporan ke Kepolisian. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah yang meminta kepada seluruh kader merapatkan barisan.

Pembakaran bendera PDIP tersebut menuai reaksi keras kader PDIP di sejumlah daerah termasuk di Blitar.

Dengan membawa ratusan masa, DPC PDIP Kabupaten Blitar melakukan aksi damai di Polres Blitar untuk menyampaikan aspirasinya. Aksi ini melibatkan struktur partai, diantaranya Pengurus DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC) dan fraksi PDIP di DPRD pada Senin (29/06/2020) siang.

Dalam aksi damai ini, Marhenis Urip Widodo, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, aspirasi yang disampaikan ke Polres Blitar ini tentang pembakaran bendera partai PDIP di Jakarta.

“Kita prihatin atas insiden pembakaran bendera PDIP di Jakarta. Pembakaran bendera partai membuat kita benar-benar marah. Kita anggap itu sebagai pelecehan dan penghinaan kepada kita. Tentu ini tidak akan kita biarkan begitu saja. Petunjuk dari Ibu Megawati sebagai ketua umum bahwa ini harus diselesaikan secara hukum. Kami meminta kepada Kepolisian untuk segera memproses para pelakunya,” kata Marhenis Urip Widodo sebagai koordinator aksi damai ini.

Pihaknya mendesak Kapolres Blitar untuk segera mengusut hal itu, dengan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, Polda Metro Jaya atau Mabes agar aspirasi dari bawah bisa tersampaikan ke pusat.

“PDIP itu jelas berazaskan Pancasila dan beragama, ada Islam, Kristen, Budha dan Hindu. Semua penganut agama di Indonesia ada di sini. PDIP bukan partai PKI, PDIP adalah Partai yang beragama yang berazas Pancasila,” tegasnya.

Selanjutnya Marhenis mengatakan, sebenarnya DPC PDIP Kabupaten Blitar bisa mengerahkan masa yang besar. Namun semua pengurus menginginkan penyampaian aspirasi ini berjalan damai dan tertib.

“Maunya ada pengerahan masa, namun kita menginginkan Kabupaten Blitar lebih damai dan kondusif, jangan sampai nanti justru keamanan dan kerukunan yang sudah ada,” imbuhnya.

“Kita bukan demo, kita memberikan semangat kepada Pak Kapolres/ Kepolisian agar mengusut permasalahan ini dengan tuntas. Aksi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kita. PDIP yang dibangun mulai Orba sampai sekarang ini melalui perjuangan yang luar biasa oleh kader-kader PDIP. Kalau kemudian hanya dilecehkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tentu kami tidak bisa terima begitu saja. Harus diusut tuntas daripada rakyat PDIP bertindak sendiri”, tandas Marhenis. Son/tim

banner 468x60)
Author: 
    author

    Related Post