14 Ekor Sapi Ludes, BUMDES Desa Buntu Pane Diduga Bermasalah dan Rawan Korupsi 

1181 views

Asahan.Sidak Post
Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Buntu Pane,kecamatan buntu pane kabupaten Asahan di duga bermasalah alis “ZONK”.BUMDES yang seharusnya dapat menambah pendapatan Asli Desa (PAD) yang bertujuan membantu percepatan pembangunan di desa dan kesejahteraan warga ,kini malah jadi ajang penyalah gunaan wewenang atau dugaan tindak rawan korupsi.

Menurut informasi yang beredar di masyarakat, Bumdes desa buntu pane tidak menghasilkan apa-apa,dan di nilai tidak memberikan kontribusi ke kas Desa,mala menguntungkan Oknum dan kelompok tertentu dan sarat korupsi.

Kepala Desa Buntu Pane Manten Aperi Simbolon saat di konfirmasi Sidak Post via seluler ,Rabu(30/1) terkait BUMDes yang ada didesanya diarahkan untuk menemui atau konfirmasi ketua BUMDes desa Buntu Pane Efendi Butar-butar ,jelas kades sembari memberitahu kalau dirinya sedang berada diluar.

Ketua BUMDes desa buntu pane Efendi Butar-butar (60) saat ditemui Sidak Post ,Rabu (30/1) sekira pukul 11.35 Wib didesa Buntu Pane,mengatakan bahwa Dana untuk BUMDes desa buntu Pane telah di keluarkan dari dana desa (DD).Untuk Tahun 2017 yang saya terima cuma Rp.50 juta ,kemudian ditahun 2018 sebesar Rp.75 juta.

“Saya ketua pengganti antar waktu dari ketua sebelumnya Misno,dan saya mulai menjabat di bulan juli 2017,pada saat itu dana yang masuk ke BUMDes sebesar Rp.50 juta dan tidak ada kegiatan usaha yang dilakukan Bumdes.kemudian pada tahun 2018 dana untuk BUMDes Rp.75 juta di tambah dengan Rp.50 juta dana ditahun 2017 menjadi sebesar Rp.125 juta melalui BUMDes desa Buntu Pane kita gunakan untuk usaha perternakan sapi dengan membeli 14 ekor sapi dan pembuatan kandang permanen sebesar Rp.75 juta diatas tanah pinjam pakai milik salah satu warga desa.Usaha sapi dengan cara penggemukan untuk jual daging,dan kini semua sapi-sapi itu telah tiada “ludes”.kata Efendi Butar Butar dengan terbata-bata saat di temui Sidak Post.

Masih menurut penuturan Efendi Butar-butar,dengan modal Rp.125 juta ditambah keuntungan Rp.7 juta tidak dipegang oleh Bendahara BUMDes,melainkan di kelolah dan di pegang oleh kepala Unit lapangan BUMDes Ulil Simbolon yang merupakan keponakan pak Kades.Terang Efendi Butar-butar.(Eo).

Author: 
    author

    Related Post